Menjadi Konselor yang Generalis, Spesialis, atau Versatilis ?

Masalah yang dihadapi siswa di sekolah semakin komplek yang sumbernya juga semakin baragam. Untuk itu dalam menjaga  kualitas layanan Guru Pembimbing di sekolah sebaiknya karakter yang dimiliki konselor itu seorang yang spesialis, generalis, versatilis ? Mari kita cermati Perbedaan Generalis, Spesialis, dan Versatilis.

*Generalis : adalah orang yang tidak mendalami bidang khusus atau tidak mendapatkan pembinaan khusus. Generalis ini bisa lahir dari sekolah atau pengalaman. Orang generalis mengetahui sedikit hal tentang banyak hal. Lazimnya, generalis itu terkait dengan keahlian administratif dan manajemen (managing). Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa : Generalis : adalah orang-orang yang tahu akan banyak hal, tapi pengetahuan ini hanya melingkupi “kulit luar” dari hal-hal yang diketahui, atau dalam ungkapan yang sudah saya sebutkan diatas adalah tahu sedikit tentang banyak hal. “Generalis adalah orang yang tidak mendalami bidang khusus atau tidak mendapatkan pembinaan khusus. Generalis ini bisa lahir dari sekolah atau pengalaman. Orang generalis mengetahui sedikit hal tentang banyak hal.

*  Spesialis : adalah orang yang memiliki keahlian khusus di bidang tertentu yang bisa di peroleh dari training khusus/pendidikan khusus untuk bidang yang khusus pula. Ada juga spesialis yang melalui proses non-formal, misalnya saja melalui pengalaman atau kreativitas diri (self-creativity). Dilihat dari penjelasan Peter F. Drucker (1995), spesialis itu adalah orang yang mendalami bidang tertentu. Berbeda dengan Generalis yang mengetahui sedikit hal tentang banyak hal, Orang Spesialis mengetahui banyak hal tentang sedikit hal. Lazimnya, spesialis ini terkait dengan keahlian teknik atau profesional.

*Versatilis : Menurut The Gartner Group, konsultan teknologi terkemuka di Amerika (2006), secara harfiah versatilis berarti orang yang serba bisa. Sementara dalam istilah IT (Information Technology), “IT versatilist” adalah orang-orang yang memiliki pengalaman, kemampuan menjalankan berbagai tugas yang beragam dan multidisiplin (versatile), dimana semua itu untuk menciptakan suatu pengetahuan (baru), kompetensi dan keterkaitan (context) yang kaya dan padu guna mendorong peningkatan nilai bisnis. Sifat sang versatilis adalah fleksibel terhadap teknologi, orientasi utamanya adalah untuk memberikan solusi sesuai requirement (kebutuhan) yang diminta oleh sang customer.

1. Versatilis bukan seorang generalis yang mengenal semua bidang dan teknologi tapi hanya kulitnya (dangkal).

2. Versatilis juga bukan spesialis yang hanya mengerti cakupan bidang yang sempit, meskipun dalam.

3. Versatilis adalah seorang spesialis yang berpikir lebih luas, berwawasan, matang, penuh perhitungan, mengerti tentang bisnis, orientasi kerja untuk memberi solusi, mampu bekerjasama (membangun networking) dengan semua orang, dan yang pasti tidak mengkotakkan dirinya pada sebuah teknologi, tool atau platform. Para versatilis menerapkan kedalaman keahlian pada lingkup dan pengalaman yang lebih luas, mendapatkan inovasi baru, tak henti-hentinya membangun jejaring sosial, dan selalu memberikan komitmen emas “bring you to be more competitive” terhadap relasi atau pelanggannya. Versatilis mampu mengkombinasikan kompetensi dan keahlian teknis, dengan pengalaman bisnis dan kemampuan memberikan solusi komprehensif. Namun, Versatilis tidak bisa terlahir secara tiba-tiba, tapi harus melalui tahapan dan pengalaman matang menjadi seorang spesialis terlebih dahulu.

So…, perbedaan utama dari Generalis, Spesialis, dan Versatilis adalah kompetensi yang terkandung didalamnya. Seorang Generalis adalah manusia serba bisa yang menguasai banyak hal, namun yang mereka kuasai hanya sebatas ‘kulitnya’ saja, atau pengetahuan secara umum saja. Begitu halnya dengan Spesialis yang menguasai banyak hal lebih dalam tentang sedikit hal. Sementara Versatilis adalah manusia serba bisa (juga), namun pengetahuan mereka lebih ‘dalam’ dan spesifik. Seorang Versatilis merupakan seorang spesialis yang ‘bertransformasi’ untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dengan modal pengalaman, skill, kompetensi, dan sertifikasi spesialis, semua orang dapat menjadi seorang Versatilis. Tahapan yang berlaku adalah seperti ini: Generalis – Spesialis – Versatilis Mana yang lebih baik? Menurut Saya sebagai Calon Konselor yang lebih baik yaitu VERSATILIS. Dan mengapa saya memilih Versatilis? Karena Versatilis : Orang yang tidak hanya mengenal hal berdasarkan kulit luarnya saja, dan bukan juga yang mengenal hal lebih spesifik(khusus), tetapi Seorang Versatilis adalah Orang yang menerapkan pengalaman, kemampuan menjalankan berbagai tugas yang beragam dan multidisiplin (versatile), dimana semua itu untuk menciptakan suatu pengetahuan (baru), kompetensi dan keterkaitan (context) yang kaya dan padu guna mendorong peningkatan nilai bisnis. Karena Versatilis sangat dicari di dunia kerja, karena tidak seperti karyawan Generalis yang pemahamannya terhadap segala sesuatu dangkal, atau Spesialis yang menguasai bidang tertentu namun cakupannya sempit, Versatilis adalah seorang master yang berwawasan luas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: