Belajar dari PIAGET

Piaget berpendapat bahwa pengetahuan dibentuk oleh individu. Sebab individu melakukan interaksi terus-menerus dengan lingkungan. Lingkungan tersebut mengalami perubahan. Dengan adanya interaksi dengan lingkungan maka fungsi intelek semakin berkembang.
Perkembangan intelektual malalui tahap-tahap berikut .
(i).Sensori motor ( 0-2 tahun).
(ii). Pra-operasional (2-7 tahun)
(iii).Operasional konkret (7-11 tahun)
(iv).Operasional formal (> 11 tahun keatas)
Pada tahap sensori motor anak mengenal lingkungan dengan kemampuan sensorik dan motorik. Anak mengenal lingkungan dengan penglihatan, penciuman, pendengaran, perabaan dan menggerak-gerakannya.
Pada tahap pra- operasional , anak mengandalkan diri pada persepi tentang realitas. Ia telah mampu menggunakan symbol , bahasa, konsep sederhana, berpartisipasi, membuat gambar dan menggolong-golongkan.
Pada tahap Operasi Konkret anak dapat mengembangkan pikiran logis. Ia dapat mengikuti penalaran logis , walau kadang-kadang memecahkan masalah secara “trial and error’ .

Pada tahap operasional Formal anak dapat berfikir abstrak seperti pada orang dewasa.
Pengetahuan dibangun dalam pikiran . Setiap individu membangun sendiri pengetahuannya. Pengetahuan yang dibangun terdiri dari tiga bentuk yaitu pengetahuan fisik, pengetahuan logika matematik, dan pengetahuan social.
Belajar pengetahuan meliputi tiga fase . Fase-fase itu adalah fase ekplorasi, pengenalan konsep, dan aplikasi konsep. Dalam fase eksplorasi, siswa mempelajari gejala dengan bimbingan. Dalam fase pengenalan konsep, siswa mengenal konsep yang ada hubungannya dengan gejala. Dalam fase aplikasi konsep, siswa menggunakan konsep untuk meneliti gejala lain lebih lanjut.

Menurut piaget, pembelajaran terdiri dari empat langkah berikut, yaitu:
Langkah pertama : Menentukan topik yang dapat dipelajari oleh anak sendiri.
Langkah kedua: Memilih dan mengembangkan aktivitas kelas dengan topic tersebut.
Langkah ketiga: Mengetahui adanya kesempatan bagi guru untuk menggunakan pertanyaan yang menunjang proses pemecahan maslah.
Langkah empat: Menilai pelaksanaan tiap kegiatan, memperhatikan keberhasilan, dan melakukan revisi.
Secara singkat, piaget menyarankan agar dalam pembelajaran guru memilih masalah yang berciri kegiatan prediksi, eksperimentasi, dan eksplansi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: