Karakteristik Masa Remaja

Karakteristik Masa Remaja dari Segi Perkembangan Biologis

Tinjauan dari segi biologis karakteristik remaja terkait dengan kondisi fisik seseorang atau yang berhubungan dengan unsur biologis dan faal tubuh manusia.

Masa pematangan fisik manusia akan berjalan lebih kurang 2 tahun, dan biasanya dihitung sejak haid yang pertama pada wanita, atau sejak seorang pria mengalami mimpi basah atau mimpi indahnya (mengeluarkan air mani pada waktu tidur) yang pertama. Masa pematangan ini sering dinamakan masa puber atau pubertas.

Pada masa pubertas, hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi hormon yang berhubungan dengan pertumbuhan, yaitu: 1) Follicle-Stimulating Hormone (FSH); dan 2). Luteinizing Hormone (LH). Pada anak perempuan, kedua hormon tersebut merangsang pertumbuhan estrogen dan progesterone yang merupakan jenis hormon kewanitaan. Pada anak lelaki, Luteinizing Hormone yang juga dinamakan Interstitial-Cell Stimulating Hormone (ICSH) merangsang pertumbuhan testosterone.

Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak ke dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, yang terbesar pengaruhnya pada perkembangan jiwa remaja adalah pertumbuhan tubuh, yaitu badan menjadi semakin tinggi, mulai berfungsinya alat-alat reproduksi yang ditandai dengan haid pada wanita, dan mimpi basah pada pria, dan tanda-tanda seksual sekunder yang tumbuh seperti kumis, jenggot, tumbuh bulu pada sekitar kelamin, ketiak, perubahan suara dan payudara yang membesar.

Karakteristik Masa Remaja dari Perkembangan Psikis

Karakteristik masa remaja dari perkembangan psikis lebih banyak difokuskan pada permasalahan perkembangan jiwa mulai dari anak-anak sampai dewasa.

Menurut Csikszentimihalyi & Larson, bahwa puncak perkembangan jiwa itu ditandai dengan adanya proses perubahan dari kondisi “entropy” ke kondisi “negentropy”.

Konflik-konflik dalam diri remaja seringkali menimbulkan masalah pada remaja itu sendiri. Hal ini sangat tergantung pada keadaan masyarakat di mana remaja itu bertempat tinggal.

Konflik bathin dapat menimbulkan terjadinya friksi dan entropy, yang pada akhirnya dapat menimbulkan gangguan kejiwaan, seperti storm dan stress (badai dan kegoncangan) pada remaja.

Dalam menghadapi remaja Adam & Gullota mengemukakan ada lima aturan kalau kita mau membantu remaja dalam menghadapi masalah mereka, antara lain:
1. ‘trustworthiness” (kepercayaan), yaitu kita harus saling percaya dengan para remaja yang kita hadapi;
2. “genuineness”, yaitu maksud yang murni, tidak pura-pura;
3. “empathi”, yaitu kemampuan untuk ikut merasakan perasaan-perasaan remaja;
4. “honesty”, yaitu kejujuran;
5. Adanya pandangan dari pihak remaja bahwa kita memang memenuhi keempat unsur di atas.

Untuk itu perlu kita tinjau pula berbagai segi dalam kaitan dengan perkembangan psikologi remaja tersebut, antara lain:
1. Perkembangan Konsep Diri.
2. Perkembangan Peran Sosial.
3. Perkembangan Peran Seksual.

Sumber :

  • Andi Mappiare. (1982). Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional.
  • Kartini Kartono. (1992). Patologi Sosial 2 Kenakalan Remaja. Jakarta: Rajawali Pers.
  • Lilly H. Setiono. (2002). Beberapa Permasalahan Remaja. e-Psikologi.com.
  • Sarlito Wirawan. (1997). Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Pers.
  • Sudarsono. (1995). Kenakalan Remaja. Jakarta: Rineka Cipta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: