Anak Retardasi Mental

PENGERTIAN ANAK RETARDASI MENTAL

Berdasarkan definisi dari Asosiasi Retardasi Mental di Amerika (America Associatian On Mental Retardasi-AAMR), anak dengan keterbelakangan mental mempunyai 2 ciri utama sebelum usia 18 th :

  1. Memiliki taraf kecerdasan yang secara signifikan berada di bawah rata-rata kecerdasan umum anak sebayanya, keadaan ini diindikasikan dengan nilai IQ yang berada di bawah 70. Kemudian kemampuan belajarnya lebih lambat dan memiliki prestasi berada jauh di bawah rata-rata kelasnya dan merata dihampir seluruh mata pelajaran.
  2. Tidak dikuasainnya perilaku adaptif, yaitu perilaku yang berkaitan denngan ketrampilan kegiatan harian

Anak dengan keterbelakangan mental menunjukan keterbatasan dalam kecerdasan praktis yaitu untuk mengarahkan diri untuk melakukan aktifitas harian dan kecerdasan social yaitu melakukan perilaku yang sesuai dengan situasi social. Biasanya anak dengan keterbelakangan mental mengalami kesulitan dalam ranah perilaku adaptasi seperti komunikasi, bantu diri dan aspek lainnya.

PENYEBAB RETARDASI MENTAL

Penyebab retardasi mental secara umum dapat terjadi karena factor genetic, biologis non keturunan, dan lingkungan

1. Faktor genetic

Lebih dari 150 kerusakan gen yang diketahui dapat menyebabkan keterbelakangan mental, walaupun kebanyakan jarang terjadi. Dalam hal ini gen gagal memberikan perintah memproduksi enzim atau pembentukan enzim yang salah. Keadaan ini berlangsung sejak individu berada pada masa konsepsi. Terjadi kelainan kromosom karena penambahan atau pengurangan  suatu kromosom, akibatnya terjadi kelainan fisik maupun fungsi-fungsi kecerdasannya.

2. Biologis non-keturunan

a. Radiasi sinar X, dapat menyebabkan cacat pada Ibu selama kehamilan, walaupun  bahaya tidak diketahui dengan jelas radiasi dapat mengakibatkan bermacam-macam gangguan pada bayi yang belum lahir termasuk kematian, kelainan bentuk, kerusakan otak, kemudahan terkena kanker tertentu, umur pendek dan mutasi gen yang akibatnya baru terasa pada beberapa generasi berikutnya.

b. Keadaan gizi Ibu yang buruk ketika kehamilan, hal ini cukup beralasan kalau mengingat bahwa janin yang sedang tumbuh memperoleh makanan dari aliran darah ibunya, melalui membrane yang semi permiabel dari plasenta dan tali pusar. Kekurangan gizi bagi Ibu hamil mengakibatkan pembentukan sel-sel otak yang terjadi selama kehamilan mengalami gangguan. Berdasarkan penelitian anak-anak yang cacat lahir dan keterbelakangan mental diakibatkan oleh kekurangan gizi pada saat di dalam kandungan.

c. Obat-obatan, alasan penting kekhawatiran penggunaan obat-obatan ialah terjadi kerusakan anatomi pada anggota tubuh sekelompok bayi dan dicurigai mengakibatkan cacat lahir yang ibunya meminum obat thalidomid selama hamil. Termasuk di dalamnya beberapa antibiotic, hormon, steroid, antikoagulan, narkotika dan obat penenang serta beberapa obat halusinogenik seperti LSD dan PCP.

d. Faktor Rhesus, menunjukkan adanya factor kimia yang terdapat dalam darah sekitar 85% manusia, walaupun terdapat variasi ras  dan etnik. Selama kehamilan, anti bodi dalam darah ibu dapat menyerang darah Rh-positif bayi yang belum lahir. Penghancuran yang terjadi dapat dibatasi sehingga timbul sebagai anemia ringan atau ekstensif sehingga mengakibatkan celebral palsy, ketulian, keterbelakangan mental bahkan kematian.

3. Lingkungan

Selain keadaan genetic dan biologis, factor lingkungan juga dapat berperan sebagai penyebeb retardasi mental terutama berkaitan dengan kesempatan stimulasi yang diberikan pada anak. Misalnya penolakan orangtua, anak yang tidak diterima oleh orang tuanya sangat mungkin telah mendapat stimulasi yang cukup untuk optimalisasi perkembangannya.

PENANGANAN ANAK DENGAN RETARDASI MENTAL

Untuk dapat mengoptimalkan kemampuan anak dengan retardasi mental, penanganannya harus secara komprehensif antara orangtua, psikolog(konselor), docter, guru dan terapis. Untuk bidang pendidikan, penanganan anak retardasi mental dapat ditekankan pada pengembangan ketrampilan bersosialisasi dan aktivitas bantu diri sederhana.

Sebagai seorang guru dalam memberikan materi pelajaran, ada beberapa cara yang diterapkan seperti :

1.Mengenalkan materi pelajaran yang baru dengan perlahan-lahan. Pastikan bahwa anak memahami apa yang disampaikan. Beri kesempatan untuk berlatih secara langsung. Misalkan untuk mengajarkan bahwa ketika masuk sekolah, anak harus berjabat tangan dengan guru dan mengucapkan salam, begitu seterusnya

2.Dalam memberikan instruksi atau keterangan hendaknya guru membantu anak memusatkan perhatiannya terlebih dahulu pada apa yang akan disampaikan oleh guru. Misalnya, dengan menggunakan kata-kata “coba perhatikan Ibu”,”lihat”,”dengar”.

3.Keterangan yang disampaikan hendaknya diterangkan dalam bentuk yang nyata dan secara bertahap. Misalnya, untuk mengajarkan bahwa selesai makan anak harus mencuci tangan, guru harus melatihkan setiap langkahnya

(Adhi S, Tugas Kuliah Kesehatan Mental, 2008)

2 Tanggapan

  1. Pusat Terapi dan Tumbuh Kembang Anak (PTTKA) Rumah Sahabat Yogyakarta melayani deteksi dini anak berkebutuhan khusus dengan psikolog, terapi wicara, sensori integrasi, fisioterapi, behavior terapi, Renang& musik untuk anak berkebutuhan khusus, terapi terpadu untuk autism, ADD, ADHD, home visit terapi & program pendampingan ke sekolah umum. informasi lebih lanjut hubungi 0274 8267882

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: